doctorSHARE Gelar Bakti Sosial bagi Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor NTT

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
Belu adalah salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Timor Leste. Ibukota Belu adalah Atambua.

25 April 2011, doctorSHARE mendengar berita di televisi tentang adanya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Belu, tepatnya di Desa Besikama dan Welliman. Kamipun mendapat konfirmasi dari dr.Theodorus L. Maubere yang merupakan putra daerah Belu sekaligus anggota doctorSHARE. Besikama merupakan kampung halaman dr. Theo.

Kami segera berkoordinasi dan berangkat ke Besikama pada 30 April 2011 untuk membantu meringkan penderitaan korban banjir bandang dan tanah longsor ini.

Nama-nama Tim doctorSHARE:
1. dr. Lie A. Dharmawan Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV
2. dr. Theodorus L. Maubere
3. dr. Delisusanti
4. dr. Luyanti Tshia
4. dr. Edward Susanto
5. dr. Stephanie Tjai
6. dr. Yulisa
7. dr. Jeffrey Hardono

Banjir bandang kali ini terjadi sejak 24 Maret 2011. Kondisi ini diperparah dengan jebolnya tanggul di Desa Umau, Umamota, dan Lasaen pada 27 Maret 2011. Penduduk mulai mengungsi sejak 27 Maret 2011. 8 April 2011, terjadi banjir terbesar yang menggenangi pemukiman warga.

Walau tidak hujan, banjir terus berlangsung karena datangnya banjir kiriman dari kabupaten lain. Topografi Belu yang memang berada di bawah permukaan air laut dan sistem drainase kurang baik menjadi pemicu utama mudahnya banjir kiriman menyerbu Belu.

25 April 2011, tanggul di desa Sikun jebol yang menyebabkan meluapnya air di empat desa di Kecamatan Malaka Barat, empat desa di Malaka Tengah, dan dua desa di Welliman dengan ketinggian rata-rata mencapai tiga meter.

“Bencana kali ini jauh lebih besar dari bencana tahun 2000. Paling tidak sudah ada empat korban tewas yakni seorang ibu hamil dan bayi dalam perutnya serta dua orang terseret banjir saat naik sampan untuk menangkap kepiting,” papar anggota DPRD Kabupaten Belu, Yohanes Juang.

Selain memakan korban, bencana ini melanda seluruh kecamatan Malaka Barat dan merusak fasilitas umum dan ratusan hektar lahan warga. “Tahun 2000, jumlah korban tewas mencapai 180 orang namun banjir kali ini lebih memiliki efek merusak dalam jangka panjang,” jelas Yohanes Klau yang menjabat sebagai Sekretaris Camat Malaka Barat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Yoseph Pairera mengungkapkan hal senada.

“Bencana ini sudah terjadi sejak sebelum merdeka tetapi tidak pernah ada APBD untuk bencana yang dapat dialokasikan untuk menangani dampak bencana dan membangun tanggul,” tutur Yoseph Pairera yang juga pernah menjabat sebagai Camat Malaka Barat.

Lebih lanjut, Yoseph Pairera mengemukakan bahwa selama ini Belu menerima bantuan dari pemerintah Jepang untuk membangun bendungan di Haik Timur.

Kegiatan-kegiatan doctorSHARE

30 April 2011
Tim dooctorSHARE berangkat dari Jakarta–Kupang menggunakan pesawat selama kurang lebih tiga jam. Perjalanan berlanjut dengan rute Kupang-Atambua dengan pesawat kecil berkapasitas 12 penumpang selama kurang lebih satu jam.

Sebenarnya, Kupang-Atambua dapat ditempuh bus yang membutuhkan delapan jam perjalanan. Namun kondisi tanah longsor di beberapa ruas perjalanan memaksa kami menggunakan pesawat. Dari Atambua, perjalanan berlanjut dengan mobil ke Desa Betun.

Jalan menuju Betun melalui tiga jalur dan ternyata semua jalur mengalami kerusakan, yaitu:

1. Kada
Penyebabnya adalah jembatan Motadelek yang putus pada 25 April 2011 pada malam hari. Jembatan ini menjadi penghubung vital antara wilayah Kada dan Welaus. Saat jembatan rubuh, seorang pengendara motor terjatuh. Beruntung pengemudi dan penumpang selamat dan hanya mengalami luka ringan sementara motor hancur.
2. Wemer
Penyebabnya adalah tanah longsor dari perbukitan sisi jalan sehingga menutupi jalan.
3. Kateri
Penyebabnya adalah jalan amblas akibat tanah longsor. TNI dan masyarakat lokal telah berupaya membuka jalan baru di perbukitan sekitar Kateri untuk akses menuju Betun.

Tim doctorSHARE akhirnya melewati jalur Kateri yang bermedan buruk. Waktu perjalanan yang dibutuhkan kurang lebih lima jam. Dalam kondisi normal, Atambua-Betun dapat dilalui melalui Wemer yang hanya membutuhkan waktu dua jam. Tak terbayang bagaimana penderitaan seluruh warga yang jalur-jalur penghubungnya terputus.

1 Mei 2011
Kami mengadakan bakti sosial di tenda pengungsian Desa Welliman dalam bentuk pengobatan gratis di tenda-tenda pengungsian yang menampung 1.400 pengungsi. Penyakit terbanyak adalah ISPA, myalgia, dermatitis. Adapun penyakit khusus yang kami temukan adalah jantung bawaan (Ventrical Septal Defect) dan kontraktur otot palbebra inferior.

Usai pengobatan, kami melanjutkan perjalanan ke Besikama selama kurang lebih satu jam.

Di Besikama, terdapat 16 desa di Kecamatan Malaka Barat yang terkena dampak banjir bandang. Lima desa mengalami dampak terparah adalah Desa Umatos, Lasaen, Sikun, Motaain, dan Fafoe.

Desa Umatos yang terletak dekat Besikama, merupakan wilayah tempat kediaman dr. Theodorus L. Maubere. Tempat kediaman dr. Theo turut mengalami banjir dengan ketinggian rata-rata 70 sentimeter. Saat kami tiba di sini, ketinggian awal endapan lumpur dalam rumah adalah lima sentimeter. Masyarakat sekitar membantu membersihkan sehingga kami dapat menginap di sini.

Sebagian warga Desa Umatos berkata bahwa mereka hanya makan daging kelapa dan minum air kelapa. Mereka tak mendapatkan bantuan karena tidak mengungsi ke tenda pengungsian. Meski demikian, beberapa titik di Desa Umatos masih memperlihatkan adanya aliran-aliran air (foto).

2 Mei 2011
Usai bermalam di kediaman dr. Theo, pagi hari kami kedatangan tamu yang tak lain merupakan guru Sekolah Dasar dr.Theo. Beliau adalah Yustina Tenik yang datang dari Dusun Umamolin, Desa Umalor Kecamatan Malaka Barat.

Ibu Yustina datang dengan luka terbuka (ulkus) di payudara yang tak lain adalah kanker payudara stadium 4. Belakangan diketahui bahwa Ibu Yustina telah menderita akibat penyakit ini selama kurang lebih satu tahun. Kami menawarkan pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya, ibu Yustina menolak melakukan pemeriksaan lanjutan ini.

Pada hari ke-2 ini, kami melangsungkan bakti sosial pengobatan gratis di kantor Kecamatan Malaka Barat, Besikama. Saat itu, tim doctorSHARE dari Jakarta disambut pengalungan Tais (Kain Tenun) oleh Bapak Yohanes Klau, Sekretaris Camat Malaka Barat.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Yohanes Klau sangat menyambut baik kedatangan kami Tim Kesehatan doctoSHARE. Ketua doctorSHARE, dr. Lie Dharmawan mengatakan bahwa ada dua putra daerah yang sebenarnya sangat berjasa yaitu dr. Theodorus L. Maubere (anggota doctorSHARE) dan Bapak Yohanes Juang (anggota DPRD/Ketua DPC Belu PDI-Perjuangan).

“Mereka sangat prihatin dengan keadaan ini dan meminta kami datang membantu,” papar dr. Lie.

Pada bakti sosial kali ini, kami melayani 1.175 pengungsi dengan penyakit terbanyak ISPA, alergi, dermatitis, myalgia, dan diare. Kami juga mendapati beberapa penyakit khusus. Penyakit khusus yang kami temukan antara lain adalah carcinoma bibir bawah, atrofi testis dengan hernia scrotalis, dan hormon imbalance.

Terhadap pasien penderita carcinoma bibir bawah, Modesta Luruk (69 tahun), kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil jaringan tumor untuk diperiksa patologi anatomi di laboratorium. Jaringan tersebut kami bawa ke Jakarta agar dapat menentukan diagnosis dan langkah berikutnya.

3 Mei 2011
Tim doctorSHARE mengunjungi Dinas Kesehatan yang disambut sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Bapak Yoseph Pairera.

“Bencana ini sudah terjadi sejak sebelum merdeka tetapi tidak pernah ada APBD untuk bencana yang dapat dialokasikan untuk menangani dampak bencana dan membangun tanggul,” papar Bapak Yoseph Pairera yang juga pernah menjabat sebagai Camat Malaka Barat.

Lebih lanjut Bapak Yoseph Pairera mengemukakan bahwa selama ini Belu menerima bantuan dari pemerintah Jepang untuk membangun bendungan di Haik Timur. Keadaan topografi Belu yang memang berada di bawah permukaan air laut dan drainase memang meningkatkan potensi terjadinya banjir bandang.

Pada kesempatan yang sama, kami melaporkan kegiatan yang telah dilakukan sekaligus memberi daftar obat-obatan yang kami tinggalkan di Puskesmas Besikama dan Welliman.

Bapak Yoseph Pairera menyatakan sangat terharu dan terenyuh mendengar laporan-laporan kami karena Malaka Barat adalah daerah kelahirannya. Beliau pernah menjadi camat di Malaka Barat. Bapak Yoseph Pairera juga berharap bencana ini dijadikan bencana nasional karena intensitas kejadiannya. Beliau juga berharap dana untuk dapat mengatasi banjir ini agar dapat memperbaiki dan membuat drainase aliran yang baik.

Pada malam hari, kami bersilahturahmi dengan masyarakat setempat dari Yayasan Merdeka Atambua yang juga berkerjasama dengan kami dalam kegiatan ini seperti Bapak Frans Tanjung yang menyediakan mobil dan penginapan serta dr.Hendrikus Frans Besin dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia cabang Belu yang membantu mengumpulkan dokter-dokter di Belu untuk bergabung dalam kegiatan pengobatan gratis.

Pada kesempatan tersebut, tim doctorSHARE berbagi pengalaman dan memberi masukan-masukan sebagai bagian dari masyarakat untuk Kabupaten Belu.

4 Mei 2011

Tim doctorSHARE kembali ke Jakarta. Saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu tengah mengirim 19 orang perwakilannya ke pusat untuk memperjuangkan bencana ini sebagai bencana nasional. doctorSHARE melihat kebutuhan masyarakat di daerah ujung negeri yang tertimpa musibah ini. Sayangnya, gaung pemberitaan media massa nasional mengenai musibah nyaris tak terdengar.

Semoga apa yang kami lakukan dapat memberkati masyarakat Belu, khususnya korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Malaka Barat, Besikama dan Welliman. God with us!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: